Langsung ke konten utama

Dana Kelurahan Sarae

Pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari alokasi DAU tambahan 2019 hampir rampung. mengacu pada permendagri 130/2018, Dau tambahan ini digunakan untuk dua jenis kegiatan. pertama, pembangunan infrastuktur sarana dan prasarana kelurahan, kedua pemberdayaan masyarakat kelurahan.
Kelurahan Sarae sendiri mengcover kegiatan Dana kelurahan ini antara lain, untuk kegiatan fisik, ini sudah dilaksanakan pada tahap pertama  berupa rabatnisasi gang lingkungan yang berlokasi di RT 04 dan RT 05, dengan alokasi anggaran Rp. 100.138.000,-
lanjutan pekerjaan dilaksanakan pada pencairan tahap kedua (sedang dilaksanakan), pemeliharaan drainase lingkungan dengan total anggaran 162.000.000,- lokasi pekerjaan tersebar di empat titik. pembuatan gapura selamat datang di batas wilayah kelurahan dengan total anggran 60.000.000,-. pelaksanaan kegiatan pemberdayaan melalui kegiatan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (phbs), penguatan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan dan pemberian timbangan bayi dan fasilitas penunjang posyandu lainnya.

diluar dari pelaksanaan dana kelurahan diatas, semangat pembangunan yg lahir dari gelontoran dana kelurahan ini harus didasari semangat partisipatif masyarakt kelurahan itu sendiri,perencanaan  melalui musyawarah kelurahan harus benar-benar mampu mengidentifikasi kebutuhan dasar dengan skala prioritas yg jelas.
suka tidak suka, perjalanan dana kelurahan di tahun 2019 ini menuai banyak dinamika, diakui banyak hal yg harus diperbaiki dan disempurnakan.walau masih dalam tatatan kewajaran, bebrapa hal yg menjadi catatat penting antra lain penguatan lembaga kelurahan melalui pemahaman yg komprehensif, sebagai hal baru ibarat jalan ditengah hutan rimba, dibutuhkan kompas dan orang yang cakap membaca kompas itu sehingga tidak tersesat.
pemahaman aturan pelaksanaan oleh kpa, pokmas, lpm dan kelompok interst didalamnya menjadi keharusan manakala kita menginginkan bandul dana kelurahan ini bergoyang sesuai yang kita harapkan.

dana kelurahan adalah stimulus merangsang keinginan masyarakat untuk bergerak dan aktif terlibat dalam pencapaian tujuan tujuan pembangunan.
seyogyanya stimulan, diharapkan mampu memberi rangsangan, tetapi sekali lagi kita butuh lembaga dan personal yg kuat untuk memastikan rangsangan itu tepat dan efektif. 
bahkan terbuka peluang besar arah pembangunan kelurahan dengan gaya dan basis ikonik, artinya hegemoni pembangunan tidak bersifat sporadis melainkan memiliki arah dan tujuan yang jelas. 
evaluasi pelaksanaan 2019 menjadi keharusan untuk mastikan keluarahn benar-benar siap menghadapi tuntutan pada masa yg akan datang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wadah Pembuktian Alumni IPDN Pascapelantikan Pejabat Struktural Lingkup Kota Bima

Rabu, 1 Juli 2026, Pemerintah Kota Bima kembali menggelar mutasi dan rotasi sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari sekian banyak pejabat yang dilantik, satu hal yang cukup menarik perhatian, yakni penempatan alumni IPDN sebagai lurah di Kelurahan Jatibaru dan Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota. Penempatan alumni IPDN pada jabatan lurah merupakan sesuatu yang lumrah sebenarnya. Jabatan kewilayahan, baik lurah maupun camat, memang menjadi salah satu ruang pengabdian yang selaras dengan kompetensi kepamongprajaan yang mereka peroleh selama menempuh pendidikan. Namun, jika melihat beberapa tahun terakhir, jumlah alumni IPDN yang menduduki jabatan kewilayahan di Kota Bima justru mengalami penurunan. Padahal, negara telah memfasilitasi pendidikan khusus di bidang pemerintahan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dalam mengelola pemerintahan daerah. Sebelumnya, Pemerintah Kota Bima juga telah menempatkan alumni IPDN sebagai Lurah Rabadompu Timur dan Lurah Nae. Dengan pel...

mengapa

APA MODEL DESENTRALISASI YANG DIANUT DI INDONESIA SAAT IN I? K                emuakan terhadap penyelengaraan pemerintahan era orde baru telah memunculkan gerakan-gerakan perlawanan bagi elemen bangsa yang tidak puas pada kepemimpinan Soeharto dan para kroninya. Tak ayal, hal ini memicu tumbuhnya bibit-bibt perubahan menuju arah good governance seperti yang diimpikan jauh hari. Masih hangat dalam ingatan kita, peristiwa Mei 1998, runtuhnya rezim orde baru yang ditandai dengan demonstrasi besar-besaran yang dipelopori oleh macan-macan kampus .   Movement student kemudian berubah menjadi gerakan movement social   telah berhasil melahirkan opini-opini strategis dikalangan masyarakat umum untuk turut andil dalam mendukung reformasi kala itu. Kehadiran reformasi seakan menjadi angin syurgawi bagi kaum-kaum yang merasa dikucilkan selama orde baru berkuasa. Perubahan terhadap penyelenggaraan...

reform...

reformasi tak disiapkan sistem yang kuat. gaung penggulingan orde baru telah berhasil. namun menyisahkan pedih yang dalam, luka lama seakan datang kembali. kkn yang identik dengan orba kini berpindah dan menjalar hampir disetiap daerah. tidaklah mengherankan muncul kelompk2 sinis yang sdah tidk percya dengan keampuhan reformasi. lahirnya reformasi sepintas hnyanya perubahan nama saja yg seblumnya orde baru, tak ada perubahan yang berarti. emang ada, kalaupun bersikukuh dengan pelksanan azas otonomi yng ktnay lebih demokratis, itu pu jika mengesampingkan ribuan pelanggaran yang terjadi, mngkin juga sudah jutaan penyimpangan yag dilakukan. otonomi yng semestinya memberi ruang terbuka kepada daerah untuk mengurus rumah tangga sendiri dengan nyata dan luas, malah semakin jauh dengan nilai kesejhteraan. yang dilayani justru raja-raja kecil yang lupa daratan. menuju gerbang reformasi yang kuat tentu tidk hanya dapat disandarkan pada lahirnya uu otonomi daerah yang stiap saat ...